rentalambulance.life

Sahabat Sehat, tahukah Anda tentang vaksin HPV? Apa kegunaannya, apa saja jenisnya, dan bagaimana pemberian yang tepat? Simak artikel di bawah ini yang akan membahas tentang vaksin tersebut.

HPV bersifat bivalen dan tetravalen

Baca Juga: Apakah Vaksinasi HPV Aman Saat Pandemi Corona?

Vaksin HPV adalah vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit menular seksual human papillomavirus. Vaksin ini terbukti efektif mencegah kanker serviks pada wanita akibat terpapar HPV. Selain itu, vaksin ini juga dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada wanita, serta kutil kelamin dan kanker dubur pada wanita dan pria. Berikut ini adalah jenis-jenis HPV yang dapat menyebabkan penyakit:

  • HPV tipe 16 dan 18, menyebabkan 70% kejadian kanker serviks.
  • HPV tipe 6 dan 11, menyebabkan 90% kejadian kutil kelamin.
  • Ada juga 5 jenis HPV lainnya yaitu tipe 31, 33, 45, 52, dan 58 yang dapat menyebabkan kanker serviks, kanker vagina, kanker vulva, kanker dubur, kanker penis dan kanker tenggorokan.1,2

Berdasarkan cakupan jenis HPV yang dapat dicegah dengan vaksin, terdapat dua jenis vaksin HPV yang digunakan di Indonesia:

  • Bivalent

Vaksin HPV bivalen memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker serviks.

  • Tetravalen

Vaksin HPV tetravalen memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Sehingga selain dapat mencegah kanker serviks, vaksin ini juga memberikan perlindungan dari kutil kelamin.1.3

Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

Sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin HPV dapat diberikan sejak usia 10 tahun atau sebelum orang tersebut aktif secara seksual. Tujuannya untuk memberikan kekebalan terhadap infeksi HPV sebelum orang tersebut aktif secara seksual dan terpapar virus ini yang ditularkan melalui hubungan seksual. Vaksin HPV tetap dapat diberikan kepada wanita yang aktif secara seksual dengan pertimbangan belum tentu terpapar jenis HPV yang dapat menyebabkan penyakit. Namun, perlu diingat bahwa vaksin ini tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi HPV yang sedang berlangsung. Selain pada wanita, vaksinasi varian tetravalen pada pria juga akan memberikan efek perlindungan terhadap kutil kelamin dan juga mengurangi penularan HPV ke pasangannya.3,4

Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Jadwal pemberian vaksin bivalen diberikan sebanyak tiga kali yaitu:

  • Dosis pertama: saat ini
  • Dosis kedua: 1 bulan setelah dosis pertama
  • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

Sedangkan vaksin tetravalen juga diberikan sebanyak tiga kali yaitu:

  • Dosis pertama: saat ini
  • Dosis kedua: 2 bulan setelah dosis pertama
  • Dosis ketiga: 6 bulan setelah dosis kedua

Jika vaksin ini diberikan kepada remaja usia 10-13 tahun maka cukup diberikan 2 dosis dengan selang waktu 6-12 bulan karena pada usia tersebut respon antibodi yang diberikan dari 2 suntikan setara dengan 3 suntikan. Jika Anda melewatkan jadwal vaksinasi, Anda tidak perlu memulai dari awal. Itu cukup untuk melengkapi dosis vaksin yang sebelumnya terlewat untuk kanker serviks.3–6

Vaksin HPV tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang hamil. Meski pemberian vaksin ini tidak menimbulkan masalah pada janin yang belum lahir, namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan mengenai hal ini. Jika kehamilan terjadi di tengah-tengah vaksinasi, dosis berikutnya harus diberikan setelah melahirkan.7

Baca Juga: Takut Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Saja!

Efek samping pemberian vaksin sebenarnya cukup ringan, seperti nyeri di tempat suntikan, demam, pusing, dan mual. Efek samping ini juga hanya bersifat sementara dan dapat dikurangi dengan istirahat dalam posisi duduk atau berbaring selama 15 menit sebelum penyuntikan.7

Demikian penjelasan singkat mengenai vaksinasi HPV beserta jenisnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi Sahabat Sehat. Yuk, dapatkan vaksinasi HPV sekarang juga untuk mencegah kanker serviks di masa mendatang, lindungi keluarga dan sahabat dengan vaksinasi lengkap di Prosehat. Mengapa di Prosehat? Karena Prosehat memiliki layanan vaksinasi rumahan yang memiliki banyak keunggulan yaitu:

  • Produk asli terjamin
  • Diobati oleh dokter yang berlisensi profesional
  • Ada tanya jawab dengan Maya Health Assistant
  • Proses pembayaran mudah dan bisa dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mendatangi lokasi sesuai dengan janji temu

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

REFERENSI

  1. Vaksin Human Papillomavirus (HPV) – National Cancer Institute [Internet]. 2019. Tersedia dari: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet
  2. Vaksin HPV | Apa Itu Vaksinasi HPV [Internet]. Tersedia dari: https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hpv/should-i-get-hpv-vaccine
  3. Jadwal Imunisasi 2017 [Internet]. IDAI. Tersedia dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/immunization/j Jadwal-imunisasi-2017
  4. Fakta STD – HPV dan Pria [Internet]. 2020. Tersedia dari: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-and-men.htm
  5. Vaksin HPV dan Kanker Serviks [Internet]. WebMD. Tersedia dari: https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-vaccines-human-papillomavirus
  6. HPV | Untuk Dokter | Jadwal dan Rekomendasi Vaksinasi | CDC [Internet]. 2020. Tersedia dari: https://www.cdc.gov/hpv/hcp/schedules-recommendations.html
  7. Informasi Vaksin HPV Untuk Remaja Putri [Internet]. 2021. Tersedia dari: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm

Posting Apa Perbedaan antara Bivalent dan Tetravalent HPV? muncul pertama kali di ProSehat.

Leave a Reply