sewa ambulance

Latest News

Bagaimana Mencegah Penularan HPV? Mari Pahami Dulu

Vaksin kanker serviks merupakan salah satu cara untuk mencegah salah satu jenis kanker yang sering diderita wanita yaitu kanker serviks penyebab Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10 wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan sekitar 26 wanita meninggal setiap hari karena penyakit ini.

Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

Saat ini baru 67 negara dari 195 yang telah menerapkan vaksin kanker serviks / vaksin HPV.1 Infeksi HPV dapat menyebabkan 91% kanker serviks, 69% kanker vulva, 75% kanker vagina, 93% kanker dubur, dan 63% kanker tenggorokan. pada wanita. Selain itu, HPV juga menyebabkan 89% kanker dubur dan 72% kanker tenggorokan pada pria.2 Vaksin HPV juga diperlukan untuk pria.

Lalu, bagaimana gejala kanker serviks?

Tahukah Anda jika kanker serviks pada stadium awal tidak menimbulkan gejala alias penderita merasa baik-baik saja? Namun bila kanker telah berkembang ke stadium lanjut, gejala yang dapat mulai dirasakan berupa pendarahan yang tidak normal dari vagina seperti pendarahan setelah menopause, pendarahan setelah hubungan seksual antar siklus haid, dan pendarahan saat haid yang lebih berat dan lama. dari biasanya.

Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan yang tidak normal dari vagina di antara siklus menstruasi. Nyeri juga bisa dirasakan jika ada infeksi yang terjadi di area serviks. Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan membutuhkan waktu 3 hingga 20 tahun untuk kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.

Siapa yang berisiko terkena kanker ini?

Beberapa orang memiliki faktor risiko yang dapat memicu kanker, di antaranya mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual, melakukan hubungan seks pertama kali pada usia dini, penggunaan pil KB dalam waktu lama, riwayat melahirkan lebih dari 6 kali. , riwayat menderita penyakit menular seksual (PMS) seperti kencing nanah (gonore), sifilis (raja singa), dan kutil kelamin. Kemudian, mereka yang merokok, diet rendah serat (buah dan sayur), penurunan daya tahan tubuh akibat HIV, obesitas dan obesitas, serta riwayat keluarga kanker serviks.

Apakah Anda termasuk orang yang memiliki faktor risiko di atas?

Ayo dapatkan vaksin kanker serviks. Sekarang, vaksin kanker serviks dianjurkan diberikan kepada anak-anak usia 11-12 tahun yang akan melindungi dari infeksi virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. HPV tipe 6 dan 11 diketahui menyebabkan kutil kelamin sementara tipe 16 dan 18 berkontribusi 70%. keganasan di mulut / serviks.3,4 Selain itu, mereka yang aktif secara seksual dan belum pernah terpapar HPV juga disarankan untuk mendapatkan vaksin ini. Bagaimana dengan mereka yang sudah terinfeksi HPV? Jika vaksin diberikan, proteksi tidak akan maksimal.

Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Bagaimana vaksin ini diberikan?

Vaksin kanker serviks disuntikkan ke dalam otot bahu yang besar ke dalam otot (intramuskular). Pemberian dilakukan 3 kali pada 0, 2 dan 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Jika jadwal pemberian vaksin terlewat maka tidak perlu diulang dari awal, cukup melengkapi dosis selanjutnya. Vaksin HPV ini memiliki perlindungan 94% terhadap virus dan akan bertahan lama di dalam tubuh. Vaksin penguat (pendorong) diberikan ketika tingkat antibodi telah menurun hingga di bawah tingkat perlindungan.

Apa saja jenis vaksin kanker serviks?

Ada 2 jenis vaksin kanker serviks yang beredar di Indonesia yaitu bivalen dan tetravalen. Vaksin bivalen mengandung 2 jenis virus HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker serviks dan tetravalen mengandung 4 jenis virus HPV tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker serviks serta kutil kelamin.

Lalu, adakah reaksi yang bisa ditimbulkan setelah penyuntikan?

Beberapa reaksi yang mungkin terjadi setelah penyuntikan vaksin kanker serviks merupakan reaksi lokal yang sering dirasakan, antara lain nyeri di tempat suntikan, kemerahan, dan bengkak yang akan hilang dengan sendirinya. Reaksi sistemik yang terjadi setelah injeksi sangat jarang terjadi. Demam dapat terjadi pada sekitar 1% kasus. Kemudian, beberapa gejala yang Anda rasakan antara lain sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah. Reaksi yang parah juga sangat jarang terjadi setelah diberikan vaksin. Reaksi anafilaksis dapat terjadi karena alergi terhadap komponen vaksin. 5

Produk Terkait: Rumah Layanan Vaksinasi HPV

Jadi, vaksin kanker serviks aman diberikan untuk wanita dan pria. Vaksin ini mengandung virus yang tidak aktif sehingga aman dan tidak akan menginfeksi kita. Vaksin yang disuntikkan akan merangsang pembentukan antibodi di dalam tubuh yang berperan sebagai perisai terhadap HPV. Mitos bahwa vaksin kanker serviks dapat menyebabkan kemandulan dan menopause dini salah karena vaksin ini telah digunakan oleh 200 juta orang di seluruh dunia dan aman digunakan.

Apakah vaksin kanker serviks diperbolehkan pada wanita hamil?

Pada ibu hamil, vaksin kanker serviks harus ditunda. Jika sebelum hamil ibu sudah mendapat vaksin tetapi belum tuntas, maka pemberian selanjutnya harus ditunda setelah melahirkan. Bagaimana dengan wanita menyusui? Vaksin pada wanita menyusui diperbolehkan.6 Vaksin kanker serviks juga tidak boleh diberikan kepada mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin. Misalnya suntikan pertama mengalami reaksi alergi, maka vaksin berikutnya tidak dianjurkan.

Baca Juga: Lindungi Diri Anda Dari Kanker Serviks

Bagaimana, sobat? Tak lagi takut, belum mendapatkan vaksin kanker serviks. Mencegah akan lebih baik daripada sakit nanti. Segera sobat pergilah ke layanan kesehatan terdekat yang menyediakan layanan vaksinasi. Jangan ragu untuk mendapatkan 3 dosis vaksinasi kanker serviks agar bisa segera terlindungi.

Teman-teman juga bisa mendapatkan vaksinasi kanker serviks di Prosehat, yang menyediakan layanan vaksinasi di rumah. Layanan ini memiliki banyak keunggulan yaitu:

  • Produk asli terjamin
  • Diobati oleh dokter yang berlisensi profesional
  • Ada tanya jawab dengan Maya Health Assistant
  • Proses pembayaran mudah dan bisa dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mendatangi lokasi sesuai dengan janji temu

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kontrol kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Diambil dari: kemkes.go.id (07.07.2018)

Saslow D, Andrews KS, Manassaram-baptise D, Loomer L, E. Lam K, Fisher-Borne M, et. Al. Pembaruan pedoman vaksinasi papiloma manusia: Pengesahan pedoman masyarakat kanker Amerika. Jurnal Kanker Dokter. 2016; 6 (6): 375-385.

Dwipoyono B. Kanker serviks dan vaksin HPV. Jurnal Kanker Indonesia. 2007; 3: 87-91.

Fadhila SR. Gambaran umum tentang vaksin HPV. 2017. [Internet]. Diperoleh dari: idai.or.id (07.07.2018)

Organisasi Kesehatan Dunia. Lembar informasi: Tingkat reaksi vaksin yang diamati. Vaksin Human Papilloma Virus. 2017. Jenewa: WHO

Winardo DS. Kanker serviks dan imunisasi HPV. [Internet]. Diperoleh dari: tanyadok.com (07.07.2018)

Postingan Bagaimana Cara Mencegah Penularan HPV? Mari kita pahami dulu muncul di ProSehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top