rentalambulance.life

Bekas jerawat sering membuat khawatir orang, terutama wanita. Menurut teori, jaringan parut jerawat terjadi karena adanya gangguan pada proses penyembuhan jerawat. Terbentuknya jaringan parut dapat disebabkan oleh 2 hal yaitu bertambah atau berkurangnya/rusaknya jaringan kolagen. Kehilangan/kerusakan jaringan adalah penyebab paling umum, hal inilah yang menyebabkan bopeng di area bekas jerawat. Hal lain yang perlu diketahui ada 4 jenis bekas jerawat, yaitu:

Sebuah. pemetik es

Merupakan bekas luka yang sering ditemukan dengan jenis jaringan parut yang sempit dan dalam. Kedalaman bekas luka jenis ini biasanya kurang dari 2 mm. Dari permukaan tampak seperti kulit yang telah ditusuk oleh pemecah es, sehingga disebut tipe pemecah es.

B. gerbong barang

Merupakan jenis bekas luka yang juga sering dijumpai dengan bentuk yang lebar, bisa dangkal (<0,5 mm) atau dalam (>0,5 mm), tepi vertikal tajam dan batas jelas berbentuk bulat atau oval (diameter 1,5-4 mm). Jenis ini lebih lebar dari pemetik es.

C. Bergulir

Ini adalah bekas luka yang dangkal, lebar, tampak bergelombang dengan diameter > 4 mm.

D. Hipertrofi (penebalan jaringan parut).

Merupakan jenis bekas luka yang tampak meninggi, dan terdiri dari jaringan padat. Jenis bekas jerawat ini tumbuh lebih besar dari yang sebenarnya. Namun, jenis bekas luka ini jarang terjadi, dan umumnya terjadi di punggung dan dada.

Postingan Bopeng, Kulit Tidak Halus, Atau Hipertrofi Kulit Akibat Jerawat? Bagaimana cara mengatasinya? muncul pertama kali di ProSehat.

Leave a Reply