rentalambulance.life

Apakah bayi Anda mengalami diare? Wah, bisa jadi bayi Anda terinfeksi rotavirus. Rotavirus adalah virus keluarga Reoviridae yang masuk dan menginfeksi saluran pencernaan.

Baca Juga: Kondisi Kotoran Berlebihan Lemak dan Cara Mengatasinya

Penyebaran virus melalui kontak dengan makanan, air, tangan dan permukaan benda yang terkontaminasi. Virus ini menyebabkan diare parah, yang pada bayi dan anak-anak bisa berbahaya karena bisa mengakibatkan dehidrasi parah yang bisa berujung pada kematian.

Setelah terpapar rotavirus, gejala biasanya akan muncul setelah 2 hari kemudian. Gejala berupa demam, muntah, sakit perut, dan diare berair yang dapat menyebabkan dehidrasi parah.

Gejala ini berlangsung selama 3-8 hari. Oleh karena itu sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tanda-tanda dehidrasi pada anak agar dapat segera tertangani.

  1. Dehidrasi ringan: anak tetap aktif tetapi sedikit lesu, masih cukup kuat untuk menyusui dan minum.
  2. Dehidrasi sedang: anak terlihat lemas, terlihat haus, kulit kendur, dan mata cekung. Segera bawa ke dinas kesehatan.
  3. Dehidrasi berat: anak sangat lemah, kesadaran anak menurun, tidak bisa minum, sedikit kencing, mata sangat cekung, bibir kering dan biru, kulit tua kembali bila dicubit. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

Pada kasus diare akibat rotavirus, pemberian antibiotik bukanlah solusi karena penyebabnya adalah virus, bukan bakteri.

Pengobatannya adalah meredakan gejala dengan rehidrasi atau pemenuhan cairan melalui peningkatan asupan cairan, air minum, ASI, dan infus. Dapat diberikan zinc untuk membantu penyembuhan diare dan menjaga daya tahan tubuh anak.

Baca Juga: Mengapa Makanan Pedas Menyebabkan Diare? Berikut penjelasannya

Pencegahan infeksi rotavirus yang optimal dan dianjurkan adalah imunisasi rotavirus. WHO merekomendasikan imunisasi rotavirus rutin pada April 2009.

Di Indonesia, vaksin ini telah direkomendasikan oleh IDAI sejak tahun 2011. Vaksin rotavirus yang beredar merupakan vaksin hidup yang mengandung 1 strain (monovalent) dan 5 strain (pentavalent).

Vaksin rotavirus monovalen diberikan sebanyak 2 kali, dosis pertama diberikan pada umur 6-14 minggu dan dosis kedua diberikan minimal 4 minggu berikutnya.

Dosis maksimum kedua adalah pada usia 24 minggu. Sebab, vaksin rotavirus pentavalent diberikan 3 kali. Dosis pertama diberikan pada usia 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu. Batas waktu administrasi adalah 32 minggu.

Anda sebaiknya segera memberikan vaksinasi rotavirus pada bayi Anda, mengingat tingginya kejadian diare di bawah usia 2 tahun.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahannya

Teman-teman bisa melakukan vaksinasi Rotavirus di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah-rumah. Layanan ini memiliki banyak keunggulan yaitu:

  • Produk asli terjamin
  • Ditangani oleh dokter yang berlisensi profesional
  • Ada tanya jawab dengan Maya Health Assistant
  • Proses pembayaran mudah dan bisa dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mendatangi lokasi sesuai dengan janji temu

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Sumber:

  1. Rotavirus | Transmisi | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 5 February 2018]. Tersedia dari: cdc.gov
  2. Haurissa A. TanyaDok.com | Infeksi dan Imunisasi Rotavirus [Internet]. TanyaDok.com. [cited 5 February 2018]. Tersedia dari: tanyadok.com

Postingan Mencegah Diare pada Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi muncul pertama kali di ProSehat.

Leave a Reply