rentalambulance.life

Kanker paru merupakan penyebab kematian terbesar akibat keganasan pada pria. Keterlambatan diagnosis merupakan salah satu penyebab buruknya prognosis keganasan tersebut.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Peter Mazzone dan rekan, menggunakan perangkat sensor kolorimetri generasi pertama dari perusahaan Metabolomxm, mencoba mendeteksi keganasan di paru-paru dengan menggunakan napas pasien. Dan hasil penelitiannya cukup menjanjikan dimana tingkat akurasinya mencapai 80%.

Sensor bekerja berdasarkan prinsip mendeteksi zat atau kandungan unik (metabolic biosignature) yang dilepaskan saat bernafas (menghembuskan napas) dan berfungsi sebagai penanda kanker. Zat unik ini merupakan produk metabolisme sel tumor aktif dan diharapkan dapat melengkapi alat diagnostik seperti CT scan paru dan membantu klinisi dalam manajemen pasien. Pada penelitian selanjutnya, alat tersebut dapat mengidentifikasi subtipe dari keganasan itu sendiri.

James R, Jett Kedokteran Paru dan Onkologi Medis, Yahudi Nasional dan Pemimpin Redaksi Journal of Thoracic Oncology menyatakan perlunya penelitian lebih lanjut tentang biosignature napas dan menekankan perlunya deteksi dini keganasan di paru-paru secara non-invasif dan tes napas metabolomik ini sangat menjanjikan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Paul Rhodes, PhD, Founder dan CEO Metabolomx. Ia menambahkan, penanda kanker pada nafas ini memiliki prospek yang menjanjikan sebagai alat deteksi dini keganasan paru secara non-invasif, murah, cepat dan akurat. Dan pada akhirnya menurunkan biaya pada sistem perawatan kesehatan.

Metabolomx akan segera memulai penelitian lanjutan menggunakan sensor generasi baru yang akan berlangsung di Klinik Cleveland. Perusahaan Metabolomx berharap generasi baru akan lebih peka dalam mendeteksi kandungan kimia yang terkandung dalam nafas penderita keganasan./ PC

Sumber: Berita Medis Hari Ini

Postingan Deteksi Kanker Paru-Paru Dengan Nafas Anda muncul pertama kali di ProSehat.

Leave a Reply