sewa ambulance

Latest News

Jenis dan efektifitas masker menurut WHO, tidak ada scuba dan buff

Akhir-akhir ini penggunaan masker semakin marak di tengah maraknya pandemi terutama mengenai jenis dan efektifitas scuba dan buff mask. Pada 12 September 2020, PT. KCI sebagai operator KRL Jabodetabek berisi posting jenis dan efektivitas berbagai topeng melalui instagram @commuterline mereka. Yang menjadi perhatian khusus adalah masker scuba dan buff yang hanya memiliki efektivitas menangkal virus melalui droplet sebesar 5%, jauh lebih rendah dibandingkan masker lainnya.1

jenis dan efektivitas topeng

Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker pada Anak-anak dan Tips Penggunaannya

Mengikuti posting kata, PT. KCI kemudian mulai memberlakukan aturan larangan penggunaan masker dan penyangga scuba pada penumpang KRL sejak 14 September 2020. Namun, sejauh ini ditemukan banyak penumpang yang menggunakan jenis masker tersebut. PT. KCI juga belum memberikan sanksi, melainkan hanya memberikan sosialisasi.1 Pemerintah juga mendukung imbauan terkait larangan penggunaan masker jenis ini melalui juru bicara Satgas COVID-19, Profesor Wiku Adisasmito, yang meminta masyarakat tidak mengenakan masker scuba dan buff saat beraktivitas.2 Lalu, apakah scuba mask dan buff itu?

Apa Itu Scuba Mask dan Penggemar?

Masker scuba adalah masker yang terbuat dari bahan scuba yang merupakan bahan fleksibel yang biasanya digunakan untuk pakaian olahraga atau menyelam.3 Karena terbuat dari bahan yang fleksibel, masker ini dapat mengikuti bentuk wajah pengguna dan mudah digunakan. Namun, masker scuba mudah diturunkan di bawah dagu.4 Masker scuba terlihat seperti masker medis, tetapi hanya terdiri dari satu lapisan.2

Baca Juga: Ingin Aman Pakai Masker Saat Berolahraga? Berikut tipsnya!

Berbeda dengan scuba, buff sebenarnya bukan topeng. Fungsi buff adalah untuk melindungi bagian leher. Namun buff ini multifungsi, bisa digunakan sebagai bandana dan juga sebagai masker. Karena kepraktisannya, buff juga populer di kalangan masyarakat.2 Penggemar dan scuba banyak dijual dan paling dicari.4

Namun, kepraktisan dan popularitasnya tidak berbanding lurus dengan keefektifannya dalam mencegah virus. Sebuah penelitian menyatakan bahwa masker buff sebenarnya lebih efektif dibandingkan masker kain biasa. Faktanya, buff dikatakan menghasilkan lebih banyak tetesan kecil.5 Sedangkan scuba yang sifatnya melar justru akan meningkatkan kepadatan pori pada kain dan memudahkan masuknya virus.6 Nah, karena keefektifannya yang kurang baik, sebaiknya mulai meninggalkan scuba atau buff dan beralih ke masker yang efektifitasnya sesuai dengan rekomendasi WHO. Apakah mereka?

Jenis masker apa yang efektif melawan virus?

Masker Medis

Masker pertama yang direkomendasikan WHO adalah masker kesehatan yang memiliki efektivitas mencegah virus hingga 80-95%.7 Masker ini merupakan masker bedah yang berbentuk pipih atau dilipat dan diikatkan di sekeliling kepala dengan tali di sekeliling telinga atau kepala atau keduanya. Karakteristik kinerjanya dibuktikan dengan serangkaian metode pengujian standar yang ditujukan untuk menyeimbangkan filtrasi tinggi dan menilai kemampuan bernapas dan ketahanan penetrasi. Masker medis juga punya memfilter respirator penutup wajah atau FFR yang memungkinkan keseimbangan antara filtrasi dan sirkulasi udara. Sertifikasi FFR juga harus memastikan bahwa tidak ada hambatan pernapasan selama penggunaan masker dengan ketahanan maksimum selama menghirup dan menghembuskan napas.8

Produk Terkait: Masker Medis Karet Telinga

Masker FFP (Memfilter Penutup Wajah)

Masker kedua adalah topeng FFP. Mask ini terdiri dari tiga jenis, yaitu mask FFP1, FFP2, dan FFP3. FFP1 memiliki efektivitas melawan virus lebih dari 80%, FFP2 lebih dari 94%, dan FFP3 lebih dari 99%. Untuk menggunakan masker ini harus menyesuaikan petunjuk pemakaiannya yaitu kurang dari 8 jam dalam satu hari, namun hal ini juga tergantung dari kondisi penggunaan dan jenis alat pelindung pernapasan. Masker ini merupakan masker sekali pakai, sehingga harus dibuang setelah tidak digunakan. Selain itu, masker FFP juga memiliki tanggal kadaluwarsa, artinya setelah tanggal tertentu masker tersebut tidak dapat digunakan, dijual kembali, atau bahkan didistribusikan secara gratis.8

Masker n95

Masker N95 adalah perangkat pelindung pernapasan yang dirancang khusus untuk menyesuaikan dengan ukuran wajah dengan filtrasi partikel udara yang sangat efisien. Tepi topeng N95 dirancang untuk membentuk segel di sekitar hidung dan mulut.8 Efektivitas masker N95 yang dilaporkan dalam menangkal virus berkisar dari 95% hingga 100%.7 Masker ini biasanya digunakan di pusat perawatan kesehatan. Dibandingkan dengan masker bedah, masker N95 memberikan perlindungan lebih karena dapat menyaring partikel besar maupun kecil. Masker juga dirancang untuk memblokir 95% partikel yang sangat kecil. Namun, N95 hanya bisa digunakan sekali.8

Baca Juga: Ini Cara Menghilangkan Masker dengan Benar

Masker Kain Tiga

Masker ini merupakan masker non medis yang juga banyak digunakan oleh masyarakat. Efektivitas masker kain tiga lapis dilaporkan berada dalam kisaran 50% hingga 70%.7 Masker dibuat dari berbagai macam kain, seperti polypropylene dan berbagai kombinasi kain. Masker kain tersedia dalam berbagai bentuk, sehingga fungsi filtrasi dan daya tahan dari masker kain juga berbeda-beda, sehingga masker seperti ini sering kali tidak dianggap sebagai alat kesehatan atau alat pelindung diri. Sebaiknya gunakan masker kain saat melakukan aktivitas tertentu, misalnya saat berada di keramaian atau di kendaraan umum dan menjaga jarak sulit diterapkan. Masker kain dapat digunakan untuk membantu mengurangi penyebaran virus, namun agar memiliki efek yang baik maka penggunaan masker kain juga harus dibarengi dengan menjaga kebersihan tangan dan jarak fisik.8

Produk Terkait: Masker Kain (Karet Telinga)

Masker KN95

Jika masker N95 tidak mencukupi, masker alternatif yang bisa digunakan adalah masker KN95, masker alat pernafasan yang disaring dengan standar dari China. Jenis topeng ini termasuk dalam grup topeng FFR dan dikatakan memiliki kemampuan yang sama dengan N95.8

Itulah berbagai masker yang direkomendasikan WHO untuk menggantikan scuba dan buff.7 Hal ini penting diketahui agar upaya penanggulangan virus Corona semakin efektif, mengingat kasusnya semakin meningkat dari hari ke hari di Indonesia, khususnya di Provinsi DKI Jakarta. Pelarangan scuba dan buff di KRL dipandang perlu mengingat masih banyaknya pengguna KRL di tengah pandemi karena sebagian besar penumpangnya berasal dari kota-kota penyangga Jakarta yang juga masuk zona merah yaitu Depok, Bogor, dan Bekasi.

Baca Juga: Jangan Remehkan Topeng dan Tip untuk Menghiburnya

Selain masalah jenis dan keefektifan masker, yang juga perlu diperhatikan adalah tertib penggunaan dan pelepasan masker. Selain itu, jangan meletakkan masker bekas di mana pun karena masker bisa menjadi sarang virus. Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut tentang jenis masker, efektivitas dan penggunaannya atau produk kesehatan terkait, seperti masker medis, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. Tidak ada sanksi bagi penumpang yang memakai masker scuba dan penyuka di KRL [Internet]. kumparan.com. 2020 [cited 17 September 2020]. Tersedia dari: https://kumparan.com/kumparannews/tak-ada-sanksi-bagi-penumpang-yang-pakai-masker-scuba-dan-buff-di-krl-1uCgEzR4OgC/full
  2. Kenali buff dan scuba mask serta alasan dilarangnya di KRL [Internet]. PT. Tunai Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 17 September 2020]. Tersedia dari: https: // k Health.kontan.co.id/news/mengenal-masker-buff-dan-scuba-dan-alasan-dilarang-di-krl?page=all
  3. Septiani A. Mengenal Scuba, salah satu jenis kain trendy untuk masker [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 17 September 2020]. Tersedia dari: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5002536/mengenal-scuba-jenis-kain-yang-lagi-ngetren-jadi-bahan-masker
  4. Alasan penumpang KRL dilarang memakai masker atau penyangga scuba [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 17 September 2020]. Tersedia dari: Internet]. Detik News. 2020 [cited 17 September 2020]. Tersedia dari: https://news.detik.com/berita/d-5173875/tentang-masker-buff-dan-scuba-yang-dinilai-tak-efektif- Prevent-corona? Single = 1
  5. Masker scuba dan buff dilarang di KRL, begini penjelasan ilmunya [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 17 September 2020]. Tersedia dari: https://www.kompas.com/sains/read/2020/09/16/080000623/masker-scuba-dan-buff-dilarang-di-krl-begini-penjelas-sains?page=all
  6. 5 Jenis Masker dengan Tingkat Efektivitas untuk Melindungi Diri Anda dari COVID-19 [Internet]. Urbanasia.com. 2020 [cited 17 September 2020]. Tersedia dari: https://www.urbanasia.com/5-jenis-masker-dengan-t Level-effectivity-l Protected-diri-dari-covid19-U18815
  7. Harsono F. Efektivitas Jenis Masker Sesuai Rekomendasi WHO untuk Penanganan COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 17 September 2020]. Tersedia dari: https://www.liputan6.com/health/read/4357510/effeksi-jenis-jenis-masker-sesuai-rek rekomendasi-siapa-untuk-panganan-covid-19

Jenis posting dan Efektivitas Masker Menurut WHO, No Scuba dan Buff muncul pertama kali di ProSehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top