sewa ambulance

Latest News

Mengenal Penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan

Akhir-akhir ini dunia dihebohkan dengan munculnya penyakit Norovirus. Yang menarik, penyakit itu muncul di China, tempat virus Corona atau Covid-19 bermula. Munculnya penyakit ini terjadi ketika sejumlah pelajar di Shanxi, Cina Utara, tepatnya, menderita muntah dan diare. Kasus yang juga dikenal sebagai flu perut ini memaksa penderitanya dirawat di asrama pria terdekat, dan akhirnya membebani layanan kesehatan setempat. Munculnya penyakit ini juga menjadi pekerjaan rumah baru bagi China yang belum tuntas menangani Corona meski Wuhan sudah bebas virus.

Baca Juga: 8 Asupan Jitu Atasi Diare Si Kecil

Penyakit Norovirus

Apa itu Norovirus?

Dilaporkan dari berbagai sumber Norovirus merupakan virus penyebab gastroentitis akut (penyakit diare dan muntah) di seluruh dunia, dengan total 685 juta kasus. Sekitar 200 juta kasus terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun yang menyebabkan sekitar 50.000 kematian anak per tahun, dan sebagian besar terjadi di negara berkembang. Virus ini merupakan salah satu yang menular, dan dapat menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman sehingga berdampak besar bagi kesehatan masyarakat. Padahal, penularan juga bisa terjadi hanya dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi, kemudian tangan yang menyentuh permukaan tersebut memasukkan makanan ke dalam mulut tanpa harus mencuci tangan terlebih dahulu. Sifatnya yang menular bisa bertahan hingga 8 minggu.

Awalnya, Norovirus disebut virus Norwalk karena di kota yang terletak di Amerika Serikat ini merupakan tempat berjangkitnya virus ini pertama kali pada tahun 1972. Norovirus kebanyakan menyerang pada musim dingin, meskipun sebenarnya dapat menyerang kapan saja. Untuk alasan ini, beberapa orang menyebutnya sebagai "serangga muntah musim dingin". Norovirus juga identik dengan keracunan makanan karena dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi. Padahal, tidak selalu dari situ. Virus ini juga dapat berkembang biak di dekat seperti di restoran, pusat penitipan anak dan panti jompo karena sifatnya yang sangat menular, dan Norovirus dapat bertahan hidup pada suhu ekstrim di air dan di permukaan.

Apa penyebabnya?

Penyebab Norovirus dapat ditularkan melalui kotoran manusia dan hewan yang terinfeksi. Selain itu ada penyebab lain yaitu:

  • Mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi
  • Makan makanan mentah dan setengah matang
  • Menyentuh tangan ke mulut setelah tangan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi
  • Lakukan kontak dengan orang yang terkena infeksi norovirus

Bagaimana dengan gejalanya?

Norovirus memiliki gejala berupa penyakit dalam dua hari atau 12-48 jam setelah terpapar. Penyakit ini memiliki gejala khas mual, muntah (lebih sering terjadi pada anak-anak), diare berair (lebih sering pada orang dewasa), dan kram perut. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang perlu diketahui dari penyakit ini, yaitu:

  • Demam ringan
  • Panas dingin
  • Sakit kepala
  • Sakit otot
  • Kelelahan

Kebanyakan gejala ini tidak serius. Meski begitu, diare dan muntah bisa menguras cairan yang dibutuhkan tubuh, dan tentunya hal ini bisa menyebabkan dehidrasi yang rawan terjadi pada anak-anak dan lansia. Selain dehidrasi, efek lainnya adalah malnutrisi. Jika terlanjur mengalami gejala akut, segera ke dokter untuk diperiksa pada tinja.

Baca Juga: Waspada Diare yang Menyerang Anak Saat Liburan

Bagaimana Penyakit Norovirus Didiagnosis?

Norovirus adalah bagian dari kelompok virus RNA untai tunggal atau asam ribonukleat yang tidak terbungkus, dan diklasifikasikan menjadi 10 genogroup (GI-GX) dan 48 genotipe. Varian dari genotipe GII.4 seperti GII.4 Sydney, GII.4 New Orleans hingga GII.4 Hong Kong merupakan penyebab tersering penyakit ini di seluruh dunia. Karena merupakan virus RNA, maka metode diagnosisnya menggunakan RT-PCR yang juga digunakan untuk mendeteksi Covid-19. Norovirus sendiri sangat sensitif dan spesifik.

Bisakah Norovirus Juga Terjadi di Indonesia?

Melaporkan dari Kompas.com, Virus ini juga bisa terjadi di Indonesia, dan kebanyakan menyerang anak-anak usia 1-60 bulan. Hal ini berdasarkan studi tahun 2019 terhadap sejumlah anak usia kurang dari 5 tahun yang dirawat karena diare akut di sebuah rumah sakit di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi Genogroup Norovirus (GI dan II) teridentifikasi pada tinja 31 pasien anak penderita diare akut yang dirawat di rumah sakit dari April 2012 hingga Maret 2013. Infeksi ini dideteksi dengan metode RT-PCR. Kesimpulannya, virus menyebabkan diare parah pada anak-anak.

Apakah ada obatnya?

Sejauh ini belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini sama sekali karena Norovirus seperti virus lainnya tidak merespon antibiotik untuk membunuh bakteri. Penyakit ini sebenarnya jika tubuh dalam keadaan sehat dan bugar akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 1 sampai 3 hari.

Produk Terkait: Jual Obat Diare

Jika obatnya tidak ada, apa yang harus Anda lakukan?

Cara terbaik untuk menghindari Norovirus adalah dengan melakukan tindakan pencegahan berikut:

  • Cuci tangan Anda secara menyeluruh dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok
  • Hindari makanan dan air yang terkontaminasi termasuk makanan yang mungkin telah disiapkan oleh orang yang sakit
  • Cuci buah dan sayuran sebelum makan
  • Masak makanan dari laut sampai bersih
  • Buang muntahan dan feses dengan hati-hati untuk menghindari penyebaran Norovirus melalui udara
  • Rendam bahan dalam handuk sekali pakai, dan masukkan ke dalam kantong plastik sekali pakai
  • Disinfeksi permukaan yang mungkin telah terkontaminasi
  • Gunakan larutan pemutih klorin dan kenakan sarung tangan
  • Tinggallah di rumah, dan hindari pekerjaan, terutama pekerjaan yang melibatkan penanganan makanan, karena risiko infeksi sangat potensial dan dapat dialami setelah mengalami gejala.
  • Anak-anak harus ada di rumah untuk menghindari infeksi
  • Hindari bepergian sampai gejala hilang

Apakah Ada Perbedaan dengan Rotavirus?

Penyakit Norovirus bisa dikatakan agak mirip dengan Covid-19, terutama dalam penyebaran dan diagnosisnya. Karena merupakan penyebab diare, ternyata Norovirus juga memiliki kemiripan dengan Rotavirus yang sama-sama menyebabkan diare. Namun, ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Norovirus ditandai dengan mual, demam, muntah, diare berair, sakit perut, demam, nyeri, sedangkan Rotavirus ditandai dengan muntah, diare, berair, demam, sakit perut, dan dehidrasi. Perbedaan lainnya adalah bahwa itu dapat ditentukan berdasarkan siapa yang terinfeksi, berapa lama infeksi biasanya berlangsung, dan kemungkinan komplikasi. Norovirus biasanya berlangsung tidak lebih dari dua setengah hari sedangkan untuk Rotavirus 3-8 hari.

Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

Rotavirus biasanya menyerang bayi dan anak kecil daripada orang dewasa sehingga dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat mengancam jiwa sedangkan Norovirus diketahui mempengaruhi lebih banyak orang dewasa. Perbedaan terpenting lainnya adalah Rotavirus sendiri dapat dicegah melalui vaksinasi yang dapat diberikan sejak usia dini. Vaksin rotavirus sendiri terdiri dari jenis yaitu monovalent dan pentavalent. Monovalen diberikan 2 kali pada usia 6-14 minggu untuk dosis pertama dan minimal 4 minggu setelah dosis kedua. Dosis maksimum kedua adalah 24 minggu. Untuk pentavalent 3 kali. Dimulai dari usia 6-14 minggu pada dosis pertama, dan interval 4-10 minggu pada dosis kedua dan ketiga. Batas maksimal pada usia 32 minggu. Adanya vaksinasi Rotavirus sendiri setidaknya dapat mencegah diare dibandingkan Norovirus yang tidak dapat diobati dan dicegah secara tuntas melalui vaksinasi.

Produk Terkait: Layanan Imunisasi Rotavirus

Untuk vaksinasi Rotavirus ini bisa anda lakukan di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi rumahan, dan memiliki banyak keunggulan yaitu:

  • Produk asli terjamin
  • Diobati oleh dokter yang berlisensi profesional
  • Ada tanya jawab dengan Maya Health Assistant
  • Proses pembayaran mudah dan bisa dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mendatangi lokasi sesuai dengan janji temu

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Media K. Apa itu Norovirus, Penyebab Epidemi Diare di Tiongkok? Semua halaman – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 October 2020]. Tersedia dari: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/13/130500765/apa-itu-norovirus-penyebab-wabah-diare-yang-menyerang-warga-di-china-?page= semua
  2. Wabah Diare Media K. Norovirus di China, Mungkinkah Di Indonesia dan Bagaimana Mencegahnya? Semua halaman – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 October 2020]. Tersedia dari: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/13/190200223/wabah-diare-norovirus-di-china-mungkkah-ada-di-indonesia-dan-bimana?page=all
  3. Kenali Norovirus, Virus yang Menyerang Tiongkok di Tengah Corona [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 14 October 2020]. Tersedia dari: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20201013100630-255-557739/mengenal-norovirus-virus-yang-serang-china-di-tengah-corona
  4. Indonesia C. Fakta Genetik Norovirus yang Mengguncang Cina, Mirip Covid-19 [Internet]. teknologi. 2020 [cited 14 October 2020]. Tersedia dari: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201013114110-199-557791/fakta-genetik-norovirus-yang-hebohkan-china-mirip-covid-19
  5. Anda berdua sama-sama memiliki gejala diare, ini berbeda dengan Norovirus dan Rotavirus: Gaya Hidup Okezone [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2020 [cited 14 October 2020]. Tersedia dari: https://lifestyle.okezone.com/read/2020/10/13/481/2293149/sama-sama-bergejala-diare-ini-beda-norovirus-dan-rotavirus
  6. CEGAH ROTAVIRUS AKIBAT ANAK DIARE DENGAN VASINASI • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 14 October 2020]. Tersedia dari: https://www.prosehat.com/artikel/anaksehat/ Mencegah-diare-anak-akibat-rotavirus-dengan-vaksinasi

Pos Mengenal Penyakit Norovirus, dari Penyebab hingga Pencegahan muncul pertama kali di ProSehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top