rentalambulance.life

Bulan suci Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.

sembelit saat puasa

Namun, seringkali kita kehilangan fokus spiritual karena gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu gangguan pencernaan yang paling umum selama Ramadhan adalah sembelit.

Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Tentang BAB yang Perlu Diketahui

Sembelit saat bulan puasa biasanya disebabkan oleh perubahan pola makan dan kurangnya asupan serat dan cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Selain itu, mengonsumsi berbagai jenis takjil seperti gorengan, es buah, makanan manis, dan lauk santan juga dapat memicu sembelit saat berpuasa. Lalu apa saja gejala sembelit yang perlu diketahui?

Gejala Sembelit Saat Ramadhan

Beberapa gejala dan tanda seseorang mengalami sembelit antara lain:

  • Kesulitan buang air besar (kurang dari 3 kali seminggu)
  • Memiliki tinja yang padat dan keras
  • Seolah-olah ada penyumbatan di rektum
  • Merasa tidak bisa mengosongkan feses sepenuhnya dari dalam rektum.

Feses membutuhkan pergerakan otot-otot yang berkontraksi pada dinding usus sehingga bisa terdorong keluar saat buang air besar.

Namun jika jumlah feses di usus belum mencapai batas tertentu untuk diproses, maka kontraksi di usus akan berkurang sehingga bisa menyebabkan sembelit.

Penyebab Sembelit Saat Puasa

Berkaitan dengan proses kontraksi pada buang air besar, berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan sembelit saat bulan puasa:

1. Kurangnya asupan makanan

Selama Ramadhan, jumlah makanan yang dikonsumsi akan berkurang akibat puasa sehingga tubuh kekurangan bahan untuk pembentukan feses.

Pasalnya, makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa tidak cukup untuk membentuk feses yang empuk melainkan padat.

2. Kekurangan serat

Komponen utama pembentukan feses yang sempurna adalah serat pada makanan. Sebaliknya jika asupan serat yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan sehari-hari maka akan menyebabkan kita mengalami sembelit.

Hal ini dikarenakan serat memiliki kendali penuh atas sistem pencernaan, apabila serat di dalam tubuh mencukupi maka feses yang ada di usus akan menyerap air dengan baik sehingga feses akan menjadi lunak dan mudah keluar saat buang air besar.

3. Dehidrasi

Saat berpuasa, tentunya seseorang akan mengalami dehidrasi. Menghentikan asupan cairan dan elektrolit yang terus menerus dikeluarkan oleh tubuh merupakan salah satu penyebab terjadinya dehidrasi.

Baca Juga: Wajib Dicoba! 10 Macam Buah untuk Mencegah Dehidrasi Saat Puasa

Apalagi jika Anda juga melakukan aktivitas di lingkungan yang panas atau melakukan aktivitas fisik yang berat. Kurangnya asupan air dapat membuat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan saat buang air besar.

4. Kadar gula darah rendah

Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia adalah efek umum puasa. Kondisi ini biasanya akan ditandai dengan kondisi tubuh yang kurang bertenaga, cepat dan sering terasa lelah serta lemas saat berpuasa.

Sehingga akan mengakibatkan pergerakan otot usus menjadi lebih lambat sehingga menyebabkan sembelit. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi mereka yang sedang berpuasa untuk makan kurma manis saat buka puasa.

Pengobatan Rumahan untuk Sembelit

  • Biasakan sering-seringlah minum air, karena air dapat memulihkan cairan tubuh dan akan membuat organ tubuh kembali berfungsi dengan baik.
  • Konsumsi makanan kaya serat, terutama serat larut dan tidak difermentasi. Misalnya seperti sayur mayur, kacang-kacangan, gandum, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
  • Olahraga rutin dipercaya dapat meningkatkan kontraksi di usus sehingga feses akan bergerak dan terdorong. Saat berpuasa, Anda bisa mencoba olahraga ringan seperti jalan santai, berenang, bersepeda, atau jogging.
  • Mengambil senna atau obat pencahar herbal adalah solusi yang aman dan efektif dalam mengobati sembelit. Senna mengandung senyawa tumbuhan yang disebut glikosida yang merangsang saraf di usus dan dapat membantu meningkatkan pergerakan usus. Senna bisa didapatkan tanpa resep dokter.
  • Konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung probiotik. Probiotik dipercaya membantu mencegah sembelit kronis, karena mengandung bakteri hidup menguntungkan secara alami di usus.
  • Konsumsilah makanan yang mengandung prebiotik, seperti bawang bombay, daun bawang, pisang, dan kacang-kacangan. Pasalnya, prebiotik yang terkandung dalam makanan dapat meningkatkan kesehatan pencernaan sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar dan melembutkan feses.
  • Usahakan untuk menghindari produk olahan susu, karena ada sebagian orang yang mengalami intoleransi terhadap produk olahan susu. Seseorang yang memiliki intoleransi terhadap produk susu atau laktosa dapat mengalami sembelit.

Sembelit merupakan gangguan pencernaan yang sangat mengganggu. Namun, sahabat yang sehat tidak perlu khawatir, karena sembelit dapat dicegah dan mudah diobati dengan pengobatan rumahan dan cara alami lainnya.

Baca Juga: Makanan Sehat Pencernaan yang Lancar

Namun jika sembelit terus berlanjut, sobat bisa berkonsultasi dengan dokter 24 jam dari Prosehat untuk mengetahui penyebabnya dan mencari pengobatan yang tepat. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2021. Sembelit Saat Puasa, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!. [online] Tersedia di: [Accessed 29 April 2021].
  2. com. 2021. 13 pengobatan rumahan untuk meredakan sembelit secara alami. [online] Tersedia di: [Accessed 29 April 2021].
  3. Media, K., 2021. 8 Tips Mencegah Sembelit Saat Puasa Page all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Tersedia di: [Accessed 29 April 2021].

Postingan Sembelit Puasa, Simak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya! muncul pertama kali di ProSehat.

Leave a Reply